Sabtu, 24 Maret 2018

Unknown

Mengenal Format Data JSON

JSON - singkatan dari JavaScript Object Notation merupakan sebuah format dalam berbagi data. Bisa kita lihat, bahwa JSON turunan dari bahasa pemrograman JavaScript, akan tetapi format JSON ini tersedia untuk bahasa pemrograman lain seperti Python, PHP, Ruby dan Java. Biasanya JSON dilafalkan seperti nama orang yakni "Jason".



JSON menggunakan sebuah ekstensi .json yang berdiri sendiri. Pada saat kita definisikan kedalam format file lain (seperti .html), file tersebut dapat tampil didalam sebuah tanda petik sebagai JSON string atau dimasukkan kedalam variabel. Dengan format ini, kita dapat melakukan transfer data antar server web dengan client atau browser.

Karena mudah untuk dibaca dan juga ringan, JSON memberikan sebuah alternatif yang lebih baik dibandingkan dengan XML. Pada artikel ini akan membantu pembaca untuk memahami lebih dalam mengenai JSON, bagaimana cara menggunakan data dalam file JSON, serta struktur dan sintaks yang digunakan pada format JSON ini.

Sintaks dan Struktur

Objek JSON adalah sebuah format data key-value yang biasanya di render ke dalam bentuk kurung kurawal ({}). Ketika kita bekerja dengan JSON, kita akan sering bertemu dengan objek JSON yang disimpan dalam format file .json, tapi objek JSON ini dapat disimpan sebagai string di dalam sebuah program.

Objek JSON akan terlihat seperti berikut ini :



{
"nama" : "Deni",
"email" : "denisapri97@gmail.com",
"location" : "Indonesia",
"gender" : "Male"
}

Contoh diatas terlihat sangat singkat dan JSON dapat memiliki isi yang sangat banyak. Contoh diatas menggambarkan data diawal dan diakhir tanda { } dengan pasangan key-value diantara kedua tanda tersebut. Sebagian besar data yang digunakan pada JSON dienkapsulasi ke dalam sebuah objek JSON.
Pasangan key-value yang ada dalam format JSON memiliki tanda titik dua diantara keduanya "key" : "value". Setiap pasangan key-value dipisahkan oleh sebuah tanda koma, sehingga sebuah JSON akan terlihat seperti berikut ini : "key" : "value, "key" : "value", "key" : "value".

Key JSON berada disebelah kiri tanda titik dua, dimana dibungkus oleh tanda petik dua seperti : "key", dan dapat berupa string yang valid. Key setiap objek dalam JSON haruslah unik. Key dapat memiliki spasi dalam penginisialisasinya, namun lebih baik mengganti spasi dengan underscore agar mudah dalam proses ngoding.

Value JSON yang berada disebelah kanan tanda titik dua. Terdapat enam tipe data dasar yang digunakan dalam JSON yaitu
  • strings
  • numbers
  • objects
  • arrays
  • Booleans (true atau false)
  • null

Setiap tipe data yang akan dimasukkan sebagai value dalam JSON pasti akan mengingat sintaknya, jika string akan diberikan tanda petik dua, namun tidak dengan angka.

Dalam file .json kita pasti sering melihat format tersebut ditulis dalam beberapa baris, berikut contoh JSON yang ditulis satu baris saja.


{ "nama" : "Deni", "email" : "denisapri97@gmail.com","location" : "Indonesia"}

Menulis format JSON kedalam beberapa baris akan mememudahkan kita membacanya ketika data yang memiliki banyak data. JSON akan mengabaikan spasi disetiap elemennya, jadi kita dapat menambahkan spasi diantara key dan value sehingga akan lebih mudah dibaca, contohnya seperti berikut :


{
"nama" : "Deni",
"email" : "denisapri97@gmail.com",
"location" : "Indonesia"
}

Sejauh ini kalian telah melihat format JSON dalam bentuk sederhana, namun JSON dapat lebih komplek yang terdiri dari objek dan array bersarang. Selanjutnya kita akan membahas mengenai JSON yang lebih kompleks.

Bekerja dengan Data Kompleks pada JSON


Dapat diketahui bahwa JSON dapat menyimpan objek bersarang maupun array bersarang. Seperti data lainnya, objek dan array ini disimpan dalam sebuah key.

Objek Bersarang

Di dalam sebuah file user.json berikut ini, terdapat sebuah objek JSON yang didalam setiap value memiliki key-nya sendiri.



{
"Deni Sapri" : {
    "username" : "denisapri",
    "email" : "denisapri97@gmail.com",
    "location" : "Indonesia"
},
"Nur Ranti Fatimah" : {
    "username" : "noerafa",
    "email"    : "noerafa15@gmail.com",
    "location" : "Indonesia"
}
}
Pada contoh diatas bisa kita lihat, bahwa tanda kurung kurawal tersebut digunakan untuk membuat sebuah objek JSON bersarang dimana setiap user memiliki username, email, dan location.

Array Bersarang

Data dapat kita masukkan ke dalam format JSON menggunakan format array JavaScript sebagai value-nya. Untuk mengawali dan mengakhiri array pada JavaScript, digunakan tanda kurung siku [ ] . Kita dapat menggunakan array disaat bekerja dengan banyak yang dapat kita kelompokkan. Berikut contoh dari array bersarang pada JSON :


{
"Nur Ranti Fatimah" : {
    "username" : "noerafa",
    "email"    : "noerafa15@gmail.com,
    "location" : "Indonesia"
    "address" :[
        "street" : "Jalan Tirtonadi",
        "city" : "Pekanbaru",
        "province" : "Riau
    ]
}
}
Menggunakan format data bersarang di dalam sebuah JSON memungkinkan kita untuk menangani data yang lebih kompleks.

Kesimpulan

JSON merupakan sebuah format yang ringan dan mempermudah kita dalam berbagi, menyimpa serta bekerja dengan banyak data. Sebagai sebuah format data, JSON kini telah mendapatkan dukungan semakin meningkat dalam bentuk API (Application Programming Interface), seperti Twitter API dan Google Maps API. Kita mungkin akan jarang membuat sebuah file dengan tipe .json sendiri, namu dengan mengunduhnya dari sumber yang lain. Sebaiknya kita memikirkan bagaimana cara menggunakan JSON dengan baik pada program kita dari pada memikirkan struktur dari JSON nya sendiri.

Unknown

About Unknown -

Detekno.me merupakan sebuah blog yang membahas mengenai info teknologi, sistem operasi, blog, serta membahas berbagai bahasa pemrograman dan Framework Laravel.

Subscribe to this Blog via Email :